Home / Berita / SMPN 11 Padang, Peraih Adiwiyata Mandiri 2016

SMPN 11 Padang, Peraih Adiwiyata Mandiri 2016

Pemungut Sampah Terbanyak Diberi Hadiah

Meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri tidaklah sulit asal ada kemauan dan komitmen dari pihak sekolah. SMPN 11 Padang berhasil membiasakan seluruh warga sekolah sadar lingkungan tanpa diperintah.

Terik sinar matahari mulai menyengat ketika Padang Ekspres berkunjung ke SMPN 11 Padang di Cengkeh, Kecamatan Lubukkilangan, pagi kemarin. Begitu melangkahkan kaki ke halaman sekolah, suasananya terasa adem. Betapa tidak, areal sekolah dikelilingi pepohonan dan bunga.

Pemandangan hijau bahkan sampai ke dinding gedung sekolah. Di sisi kiri jalan menuju lapangan upacara, ada tulisan besar “Sekolah Adiwiyata”. Di halaman terdapat kebun bunga yang indah dan terawat.

Ada banyak tanaman dan pepohonan yang rimbun. Pohon pinus dan pepohonan pelindung lainnya tertata dengan serasi. Sisi kiri gerbang ada beragam tanaman yang tertata dengan rapi, terawat, dan terpelihara. Ada juga tanaman gantung, yang memanjakan mata.

Di sisi lapangan upacara ada tulisan, “Kami datang untuk berjuang demi masa depan yang gemilang”. Kalimat itu menjadi pelecut bagi siswa untuk menuntut ilmu. Di beberapa sudut sekolah juga terdapat saung untuk murid beristirahat.

Kepala SMPN 11 Padang, Suindra mengatakan, lingkungan yang asri terwujud dari komitmen semua warga sekolah. Mereka yakin sekolah yang bersih dan asri bisa memacu semangat belajar dan mutu sekolah.

“Kita bersama komit mengaplikasikan seluruh program yang ada. Kita memengaruhi seluruh warga sekolah akan pentingnya menjaga lingkungan. Lalu menumbuhkan rasa bangga memiliki sekolah,” ungkap Suindra.

Selain penghijauan, sekolah ini konsisten menjalankan Salam, Sapa, Senyum, dan Santun. Untuk program religi, seluruh warga sekolah diwajibkan membaca Asmaul Husna, ayat pendek dan berdoa.

“Agenda bulanan dengan mendatangkan penceramah. Agenda mingguan kita, yaitu Sabtu Sehat Segar dan Bersih. Hari Sabtu, semua senam, setelah itu bersih-bersih lingkungan. Ada lagi program ambil sampah okelah yau (asoy). Program lain mewajibkan murid shalat Duha waktu jam istirahat,” ulasnya.

Lewat program asoy, persoalan sampah menjadi teratasi. Sebab, setiap anak memungut sampah tanpa diperintah dan dimasukkan ke dalam kantong asoy. Siswa terbanyak mengumpulkan sampah diberi hadiah uang Rp 5.000.

Sampah yang bermanfaat juga dapat ditampung pada Bank Sampah. Siswa juga dapat menabung di Simpanan Pelajar (Simpel). Kini, kata Suindra, warga sekolah sudah terbiasa menjalankan semua program sekolah tanpa diperintah. Tumbuhan juga telah memberikan manfaat yang tak terkira.

“Kami sudah menerima hasil dari kerja keras. Sekolah kami juga menjadi penyumbang oksigen untuk lingkungan. Ke depan tentu kami tidak berpuas diri. Kami bermimpi dapat menjadi perwakilan ke luar negeri. Untuk itu kami terus berpikir membuat suatu terobosan. Seperti bagaimana menetralisir polusi, atau membuat sebuah temuan yang berguna untuk lingkungan. Kita akan bekerja sama dengan perguruan tinggi,” ucapnya.

Check Also

Innalillahi Wainnailaihi Rooji’un, SMPN 11 Padang Berduka

SMPN 11 Padang Berduka, Ibu Yusnini Guru Bahasa Inngris Telah Dipanggil Yang Maha Kuasa Pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *